Biarkan Telingaku Mencium Bibirmu

Ingatkan padaku tentang betapa kau mencintaiku
Sedetik setelah mendengarnya, aku akan tersenyum malu-malu
Mengerjap-kerjap manja ke arahmu, lalu memelukmu kuat-kuat
"Aku pun mencintaimu... Sangat mencintaimu..."

Ucapkan padaku berulang-ulang, bahwa kau merindukanku
Aku tak akan pernah bosan mendengarnya
Suaramu; morfin bagi telingaku, yang tak pernah gagal
mengumpan berlusin senyum pada tiap rebahku di malam hari
Ah... tak ada yang lebih kurindukan selainmu

Katakan sambil menggenggam jari-jari telanjangku
"Kau semestaku, segala-galaku..."
Dan biarkan telingaku menangkap setiap notasi
Dari suaramu yang paling mengadiksi
Menjadikannya candu hingga nanti, hingga masa dihabisi

Lalu... ingatkan sekali lagi padaku
Aku tuli dan kau bisu



Maka katakan yang sederhana
pada nama-nama luar biasa
sebelum kau tak bisa bicara dan tak ada yang mau mendengar

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

9 Response to "Biarkan Telingaku Mencium Bibirmu"

  1. Andri Edisi Terbatas Says:

    akhirnya puisimu, tidak seperti biasanya. keren tau car :-*

  2. anotherorion Says:

    kata2 yang indah mbak, saya jadi membayangkan betapa merdunya suara cinta itu :)

  3. Riesna Kurnia Says:

    @ Andri : *kecup*

    @ Anotherorion : emang bisa dibayangin? hehehe

  4. Aprie Janti Says:

    Puisi-puisi indah yang konsisten.. Keren!
    Happy to read :D

  5. Riesna Kurnia Says:

    waahh.. terimakasih sudah dibilang keren.
    happy to see you here, too. :)

  6. Nathalia Diana Pitaloka Says:

    keren :)

  7. Riesna Kurnia Says:

    terimakasih yaa.. :D

  8. JvTino Says:

    aaaaaaakkkk..... pingsan duakali

  9. Riesna Kurnia Says:

    lah, malah pingsan.. hahaha
    *kasih kayu putih*

Post a Comment