Kita Pun Mencetak Sebuah Buku

Bertahun lalu kita bertemu
ketika sama-sama sedang belajar menulis
Kau menulis alfabet; Bravo, Delta, India hingga Yankee
Sedangkan aku mengeja angka-angka;
Satu, lima belas hingga tiga puluh dua

Kita belajar menulis kata-kata
Memilah kata untuk dituliskan
Menulis kalimat dari kata-kata
Dua, tiga, empat kalimat hingga menjadi sebuah alinea

Kau belajar menulis selembar jatuh dan berparagraf cinta
Sedangkan aku belajar menyusun kata bernomor rindu

Lalu kita bertemu lagi di lorong perpustakaan berdinding kenangan
Saat itu kau membawa buku berisi huruf-huruf mati
dan aku membawa kalimat-kalimat di ujung pensil yang mulai tumpul
Sejak saat itu, sebuah buku ikut berayun di saku baju

Antologi puisi kita




Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

2 Response to "Kita Pun Mencetak Sebuah Buku"

  1. Evi Sri Rezeki Says:

    Apakah ini buku tragic romance?

  2. Riesna Kurnia Says:

    ehm.... buku apa, ya? aku juga bingung, Vi.. :|

Post a Comment