Tahun Ini Kudatangi Kotamu, Tujuh Kali

Pertama, ketika awan masih begitu angkuh dengan putihnya, dan matahari masih malu-malu untuk mencemburui bumi. Itulah pertemuan pertamaku dengan kotamu. Pertemuan dimana aku membuang jam-jam malamku demi mendengarkan seorang penyiar radio kesukaanmu mengudara hingga dijemput subuh. 

Kedua, aku datang dengan membawa sekeranjang buah mangga juga srikaya dan kau menyambutku dengan bercangkir-cangkir   Mandheling. Saat itu kau menitipkan sebuah rahasia pada burung biru kecil yang hinggap di meja kerjamu; kau bilang aku seperti secangkir kopi yang kau sesap di suatu sore yang berawan. Biar kuberi tahu kau, semua burung yang berwarna biru tidak pernah bisa dipercaya. Dalam hitungan menit, rahasiamu sudah berpindah ke telingaku.

Ketiga adalah ketika aku datang dan membacakan sebuah buku dongeng tentang planet-planet di tata surya. Bagiku kau terlihat seperti planet berwarna merah sedang aku yang kekuningan. Saat tersisa sembilan halaman terakhir, kau sudah tertidur. Ah... kau pasti lelah sehabis menonton pertandingan bola yang kau gilai itu. Kau tau? Setelahnya aku kembali membacakan buku dongeng itu untukmu, semoga sampai ke dalam mimpimu.

Kemudian yang keempat, ketika bus yang kutumpangi berhenti di terminal kotamu tapi aku kehilangan sebelah sepatuku. Aku tak bisa membayangkan menemuimu tanpa memakai sepasang sepatu. Bagaimana aku bisa berlari kemudian memelukmu tanpa melukai kakiku? Maka kuputuskan untuk membeli sepatu baru dan segera mendatangi kotamu lagi bulan depan. 

Kedatanganku yang kelima, adalah saat dimana aku mulai mengenal setiap lekuk kotamu yang kolasenya kau sembunyikan di balik selimut hijau di atas kasur. Maka kubiarkan diri tertidur di sana, bersama potongan-potongan cerita dari setiap pertemuan yang kau jadikan pelukan untuk menghangatkanku. 

Yang tersulit adalah kedatanganku yang keenam. Kehabisan tiket kereta, dan aku sangat merindukanmu. Maka kudatangi kotamu dengan menumpang pada titik-titik kecil air yang ditumpahkan awan yang sudah tak lagi angkuh dengan putihnya. Ya... begitulah aku menemuimu, di kotamu.

Dan ketika kau meminta untuk kutuliskan sebuah sajak tentang semua kedatanganku dijadikan satu, itulah semalam; kedatanganku yang ketujuh. Maka tahun ini telah kudatangi kotamu, tujuh kali. Untuk kedatangaku yang kedelapan tahun depan, maukah kau yang menjemputku; di kotaku?


Setelah tujuh purnama
05.12.12

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

16 Response to "Tahun Ini Kudatangi Kotamu, Tujuh Kali"

  1. Anandita Says:

    Ini semakin sulit dimengerti, tapi yang saya tahu ini cukup indah di nikmati, tulisan yang manis, selalu ala riesna :)

  2. Riesna Kurnia Says:

    sulit dimengerti ya? iya aku lagi mabok pas nulis sih hehe..
    anyway..makasiih pagi2 udah maen ke sini.. :*

  3. Anandita Says:

    Iya ga ngerti :p , entah bagaimana caranya kamu mendatangi kotanya dengan menumpang pada titik-titik kecil air yang ditumpahkan awan,, apakah serupa rindu yang datang pada air mata atau rindu yang kau titipkan pada hujan ahhh semakin ditafsirkan semakin saya ga ngerti :)). Ya keterbatasan saya memahami na :D

  4. Riesna Kurnia Says:

    oh..kalo itu maksudnya hujan, Ta.. hehehe..
    ah..kamu bisa nulis yg lebih bagus dari ini kok.. :D

  5. Andri Edisi Terbatas Says:

    tahun depan menjemputmu ?, hmmm bagaimana kalau kita saling menjemput saja, di tengah kota di antaranya misalnya.

  6. Riesna Kurnia Says:

    hehehe... boleh, boleh.. :D

  7. fitrawan umar Says:

    tulisan kamu lebih keren (y)

  8. Riesna Kurnia Says:

    wah, tulisanku dikomen penyair masa.. :D
    makasih sudah dibilang keren.. :D

  9. Reski Kuantan Says:

    asik banget....

    salam :D

  10. Riesna Kurnia Says:

    hehe, terimakasih..
    salam juga.. :D

  11. Audisya Says:

    keren kak, touched:")
    salam kenal dari aku yaa,
    Audisya

  12. Riesna Kurnia Says:

    wah... terimakasih banyak Audisya.. :')
    salam kenal juga yaa..

  13. anotherorion Says:

    janjian dulu mbak biar gak kecewa untuk ke 8 x nya :)

  14. Riesna Kurnia Says:

    hehe.. rencananya sih gitu.. :p

  15. Uthera Kalimaya Says:

    Woooaahhhh! Renyah sekali, mbak.. Sukaa!
    (~ ̄▽ ̄)~ mau juga dong didatangi dengan buah mangga... *jeduk!

  16. Riesna Kurnia Says:

    hahaha... renyah kayak kerupuk ya.. :p
    sini sini aku kasih mangga.. :D

Post a Comment