Padamu, Kutitipkan...

Kamu adalah salah satu sudut pikirku...
Yang diterjemahkan lewat puisi-puisi di atas kertas putih. Lewat kata-kata mengawan yang kemudian kutangkap perlahan. Kusulam satu-satu menjadi sebaris namamu-namaku.

Kamu adalah pendongeng sebelum tidur malamku...
Dimana selalu ada rindu untuk dipulangkan ke sana. Dengan segera. Dengan tergesa. Dengan candu pelukanmu sebagai umpan, sedang aku perindu yang mengejar-ngejar. Hingga dapat. Hingga habis kulahap.

Kamu, sepenggal napas tersengal...
Yang tanpamu adalah senja tanpa jingga. Yang tanpamu, tak ada sajak bisa dimulai. Menguap, memuai sampai habis kata di udara.

Kamu separuh jiwa yang kutitipkan di lain kota...
Meski tak nampak, meski jauh mengaduh, masih akan kutunggu dengan sendu. Hingga waktu menjebak kita pada kerentaan.

Seperti potongan nada yang menjelma kidung asmara. Seperti itulah kamu, bagian masa depan yang tak mungkin tanpa aku.


Banyuwangi, 14 September 2012

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

3 Response to "Padamu, Kutitipkan..."

  1. Andri Edisi Terbatas Says:

    kamu, mau yg aku, melulu disesakan di akhir ibadah-ibadahku.

  2. Helena Bercerita Says:

    Kau, melulu terperanjat di puncak doa-doa, ku jadikan pemenang . :)

  3. Adelia Nikita Says:

    :)

Post a Comment