Doa Untuk Hari Bersamanya

Saya tidak pernah menyangka, awal pekan bisa terasa semenyenangkan ini.

Saya akan bertemu dia. Lagi. 

Anggap saja saya sedang hiperbola habis-habisan. Tapi, rasanya, sudah berbulan-bulan kami tidak bertemu. Rasanya sudah berbulan-bulan saya tidak melihat senyumnya. Dan, seperti sudah puluhan minggu saya tidak mendengar suaranya yang berisik. Berisik yang membuat saya rindu.

Jantungku berdegub cepat
Kaki bergetar hebat
Akankah aku ulangi merusak harinya

Ini sudah yang kesekian kalinya saya mendengar suara Duta dari earphone saya. Dan, saya belum juga bosan. Saya ingat ketika dia menyanyikan lagu ini di tengah ruangan. Dia duduk dengan kaki bersila di antara teman-temannya yang bermain gitar dan marakas.

Entah mengapa, saya tidak bisa mengalihkan pandangan saya dari wajahnya. Dari senyumnya. Dari kerutan di sudut matanya saat dia tertawa. Dari tangannya yang menepuk-nepuk lututnya. Saya tidak bisa tidak menyukai suaranya. Saya tidak bisa tidak menyukainya.

Dia sempat mendapati saya mencuri pandang ke arahnya. Dan, saya sempat luar biasa gugup setelahnya. Saya rasa saya merusak lagunya. Dia berdeham sebelum melanjutkan bait selanjutnya dari lagu itu.

Mohon, Tuhan
Untuk kali ini saja
Lancarkanlah hariku
Hariku bersamanya


Saya menekan tombol stop pada music player di ponsel saya. Perjalanan Cileungsi - Lenteng Agung masih panjang. Selain menghemat baterai, saya juga ingin benar-benar berdoa. Semoga Tuhan melancarkan hari bertemu dengannya kali ini. 

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

3 Response to "Doa Untuk Hari Bersamanya"

  1. marisadews Says:

    Yaa, wanita. Hanya bisa mencuri pandang lalu gugup. Hahaha.

  2. Ika Fitriana Says:

    :')

  3. Riesna Kurnia Says:

    @ Ais : Hehehe. Namanya juga jatuh cinta diam-diam :p

    @ Ika : Ciyeee Ika, ciyeee :))

Post a Comment