Apa yang kau ingat tentangku selain, 'aku adalah yang paling mencintaimu saat ini' dan 'aku adalah orang yang mulai posesif terhadap eksistensimu'?
Mungkin kau tak mengingat banyak, mungkin kau hanya menyimpan keping-keping cerita kita di sudut otakmu yang penuh itu—dengan hitungan tagihan, uang transportasi, juga kebutuhan rumah tangga. Bisa jadi, kau hanya menyimpan potongan-potongan wajahku di dalam banyak tulisan tanganmu yang meliuk-liuk.
Hanya saja, ini jadi semacam tidak adil ketika kau hanya menyimpan serpihan-serpihan tentangku sedangkan aku membawamu dalam keranjang-keranjang besar memori di otakku. Seandainya ada sebuah kompetisi untuk kita berdua yang bunyinya:
Siapakah Yang Lebih Banyak Mengingat Siapa?
Mungkin aku hanya tinggal menumpahkan semua isi keranjangku—yang penuh dengan sosokmu dalam berbagai ingatan dan kenangan. Sedangkan kau? Kau mungkin harus membongkar seluruh isi rumahmu. Kalau-kalau ada aku yang tercecer di dekat tumpukan koleksi CD-mu, di pinggir tempat tidurmu atau di samping kompor tempatmu biasa membuat nasi goreng. Jadi, sudah bisa ditebak, kan, siapa pemenangnya?
Tapi tenang saja, Sayang.
Aku tak akan pernah marah karena kekalahanmu atau berbahagia atas kemenanganku. Karena setelahnya, aku akan memelukmu kuat-kuat, mengangkat kedua kakiku sampai-sampai kau harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menjagaku agar tidak terjatuh dan tetap berada di dalam pelukanmu. Lalu kita akan tertawa, tertawa, tertawa lagi, sebelum akhirnya kau mengecupku.
Karena aku tahu, dalam pelukan, tawa dan kecupmu, di sanalah aku kau menangkan.
Banyuwangi, 2013
Ketika pelukan lebih banyak bercerita
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
May 6, 2013 at 1:10 PM
teletubbies-syndrome-detected :p
tapi syukurlah ternyata dirimu belum terserang amnesia partial, Ceu. *sotoy*
May 6, 2013 at 8:46 PM
hihihi kereeeeeen aku suka, kalau udah punya suami baru keren nulis fiksi cinta kali yaaaa eheheheh ;p
May 7, 2013 at 8:07 AM
@ Sindy : iyaa.. syukurlaahh.. :D
@ Bella : hahaha.. kalo gitu, cepet nikah, gih! :'))
May 7, 2013 at 10:27 AM
Mbak Riesna udah nikah?? :D Waaaaaaahhh.
Bagus mbak btw :3
May 7, 2013 at 12:32 PM
postingan mei,, dan masih kagum sangat sama tulisan tulisan diBlog ini.. andai di'buku'kan.. :3
May 8, 2013 at 11:25 AM
kalau urusan ini memang kamu yg bakalan jadi pemenangnya. :-D
May 11, 2013 at 10:44 AM
@ Ais: Heh! kamu gosip! X))
@ Putri : hehe.. terimakasih, ya, sudah main ke sini. Doakan bisa cepe punya buku sendiri hehe..:')
@ Andri : Iyaaaa, doong! :))
May 12, 2013 at 8:09 AM
denger tuh om @andri, menang itu kadang menyakitkan. hehehe
May 19, 2013 at 7:50 AM
@ Sonya: wahahaha... girls!
May 29, 2013 at 7:26 PM
siapa lebih dari siapa?
tergantung dari apa.
gitu..
June 6, 2013 at 6:39 PM
Keranjang aku manaaaaaa?
June 13, 2013 at 7:30 PM
*numpahin isi keranjang*
Isinya haru, gembira dan doa untukmu.
Moga langgeeeeeeeeeeeeng.
>.<
*envy*
June 13, 2013 at 7:35 PM
@ Ika: jadi, apa? :))
@ Eva: keranjang kamu udah aku jual!
@ Lia: huehehehe... terimakasih banyak yaaa.. :3
June 19, 2013 at 12:33 PM
Siapa kepada siapa? Siapa untuk siapa? :)
Kunjungan perdana Kaka, salam blogging.
June 26, 2013 at 2:03 PM
@ Einid: halooo... terimakasih sudah main ke sini, ya.. salam! :)
June 27, 2013 at 4:15 PM
Yang kayak begitu itu enggak boleh dikomentarin :)
July 11, 2013 at 7:57 PM
endinge joss iki
July 12, 2013 at 11:25 AM
@ Milliya: hahaha.. emang, kenapa nggak boleh?
@ Orion: emang sengojo digae ngono hehe..
September 29, 2013 at 1:29 PM
ah, orang yang saya cintai pernah bilang begini pada saya, "Kamu tahu gak pepatah pasir dalam genggaman? Bagaimanapun kita menggenggamnya, perlahan-lahan pasir itu akan terlepas dari genggaman dan hilang..."
baca beberapa postingan mbak, bikin saya teringat keposesifan saya
September 29, 2013 at 1:50 PM
@ Hata DM: hallo.. :)
kadang, mencintai juga berarti membebaskan sambil menjaga. Terimakasih sudah main ke sini, ya. :)
January 3, 2014 at 7:19 AM