Showing posts with label Dadakan. Show all posts
Showing posts with label Dadakan. Show all posts

Cerita Tanpa Apa-apa

20 comments
Aku sedang tidak punya apa-apa hari ini
Tidak ada yang bisa kuceritakan

Hanya kertas kosong dan pena yang kehabisan tinta

Aku sedang tidak punya apa-apa
Tidak ada nasi dalam periuk
Lampu-lampu redup nyaris mati
Antena radio gagal menangkap semua frekuensi
Juga botol-botol sirup tanpa isi warna-warni

Aku sedang tidak punya apa-apa hari ini
Tidak ada yang bisa kuceritakan pun kukerjakan
Maka aku hanya akan merindumu
Lagi




Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Salam Dari Tubuhku

20 comments
Aku merindukanmu

Dari rambut, hingga kepala
Hingga kenangan

Sampai jari, hingga siku
Hingga pelukan

Hingga kaki, hingga langkah
Menujumu




Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Memeluk Kamu

9 comments
Aku ingin memelukmu
Dalam diamku
Dalam senyumku
Dalam kerjap mataku

Aku ingin memelukmu
Untuk setiap tawamu
Untuk setiap kecupmu
Untuk setiap jemari yang kau selipkan
Di sela-sela rambutku

Aku ingin memelukmu
Lewat gerimis 
Lewat matahari
Lewat seisi bumi-ku yang berotasi
Menjadikan kamu sebagai porosnya

Aku ingin memelukmu
Karena rindu
Karena cinta
Karena, ini kamu...


Ketika diam menyimpan sejuta kata
Banyuwangi, Oktober 2012

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Masih Milikmu

3 comments
Ini gara-gara pohon mangga sialan di samping rumahku. Bukannya aku tak menyukainya. Aku selalu menanti buah berkulit hijau kekuningan itu bergelantungan di setiap rantingnya. Aku tahu mereka butuh waktu yang cukup lama untuk akhirnya bisa sampai di meja makanku, di mangkuk rujak serut kesukaanku, di toples asinanku, atau di kantong-kantong plastik yang ku bagikan pada kerabat-kerabatku. Lima bulan. Bukan. Enam bulan. Bisa jadi lebih dari itu. Pokoknya lama.

Hari masih pagi saat aku tak sengaja melihat beberapa buah menggantung di salah satu ranting di pohon mangga itu. Entah sudah berapa lama dia berayun manja di sana. Kurasa sudah lebih dari dua minggu, terlihat dari ukurannya yang cukup besar dan ranting yang terlalu melengkung karena terlalu berat menahan beban. Biasanya aku senang bukan main melihat buah-buah ini siap dipetik. Bahwa akan ada lebih dari satu keranjang besar berisikan puluhan buah mangga. Hanya saja kali ini sepertinya berbeda. Buah-buah itu seketika mengingatkanku akan puisimu beberapa waktu kemarin. Puisi tentang pohon mangga di samping rumahku. Tentang halaman rumah tempat pohon manggaku tumbuh yang belum sempat kau tengok, tentang betapa kau ingin tahu sebesar apa pohon ini, bagaimana rasa buahnya, atau seberapa rindang dahan dan rantingnya saat kamu duduk di bawahnya, sambil menulis puisi-puisi dalam buku kecilmu. 

Puisi yang kau kirimkan padaku itu, entah ditulis berapa bulan yang lalu. Tapi seingatku, puisi itu ku baca saat buah mangga di pohon samping rumahku ini sedang ranum-ranumnya. Kemudian aku tersenyum-senyum sendiri sambil membayangkan kita yang akan duduk di bawahnya, bercerita macam-macam. Bisa jadi sambil memilih-milih buah di ranting mana yang akan kita petik. Dan lihatlah... pagi ini buah-buah itu sudah mulai ranum lagi. Kurasa ini sama artinya dengan lebih-dari-dua-musim-kita-tidak-bertemu. Bukankah begitu? 
Sudah lebih dari dua musim. Dan rindu ini masih milikmu. 

Aku lupa kapan terakhir kali kau menjanjikan sebuah kedatangan padaku. Yang aku ingat, kau selalu menjanjikan puisi-puisi dimana hanya kita yang tau maknanya. Puisi tentang pohon mangga yang kau tulis itu hanya salah satunya. Entah ini perlu kau percaya atau tidak, tapi lebih dari apa yang kau tulis dalam puisimu. Dalam hati aku menunggumu. Bahkan dalam benak pun, aku masih menunggumu, meski entah harus melewati berapa musim lagi. Sambil menatap pohon mangga yang kokoh berdiri di hadapanku ini, aku bertanya, "Bila rindu ini masih milikmu, maka harus berapa lama aku menunggumu?"


Banyuwangi, 5 September 2012
Inspired from Menunggumu - Chrisye feat. Ariel


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Antitesis

1 comments
Ada kalanya aku ingin berhenti menulis tentangmu.
Tentang kamu yang menggilai Juventus.
Tentang Pro-Evolution yang menjadi jadwal mingguanmu.
Tentang betapa menggelikannya kamu (bagiku) yang dengan mudah tertidur semenit setelah mendengarkan musik metal.
Juga tentang sajak-sajak yang kamu puji indahnya tanpa benar-benar kamu pahami maknanya.

Aku ingin berhenti menulis tentangmu yang menulis tentangku.
Tentang ketidaksukaanmu pada teh seduh.
Tentang kamu yang menyukai senja dan langit sehabis subuh.
Tentang betapa kamu sempat sangat dihantui oleh angka tiga puluh.
Atau tentang kamu yang gemar memukul udara dengan stik drum, berpura-pura menjadikannya gaduh.

Aku ingin berhenti menulis tentangmu. Tapi lihatlah, pada akhirnya tulisan ini tetap tentang kamu. Ahh.., mungkin memang aku belum bisa berhenti.


Banyuwangi,
14 Agustus 2012

Sent from my BlackBerry® via Smart/EVDO Network.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Perkara Memikirkanmu

3 comments
Malam ini aku habis. Penuh memikirkanmu.

Aku memikirkanmu yang (akan) lamat-lamat berjalan ke arahku. Entah dimana. Di sepanjang peron, mungkin. Atau di tengah hingar terminal bus. Bisa juga di antara riuhnya bandara. Saat dimana kita saling menjemput. 

Aku memikirkan kamu yang (akan) menggenggam tanganku di malam perjamuan kita. Dengan secangkir kopi hitam tanpa gula dan segelas cappucino ice dalam gelas kaca. Lalu tumpahkan cerita tentang segala. Dari awal hingga habis kita. 

Aku memikirkanmu. Kamu (akan) mengacak-acak rambutku, lagi aku menggamit lenganmu. Aku juga memikirkan (akan) tenggelam dalam pelukmu. Sambil tertawa, hingga rebah tertidur. Itu pun setelah berjam-jam kita menghabiskan waktu berkelana di seputaran kota. 

Aku memikirkan bagaimana kita (akan) tersenyum membilang detik-detik menuju kepulangan kita. Kamu ke barat, aku kebalikannya. 

Pada akhirnya, aku memikirkan betapa aku akan merindukanmu setelahnya, dan bahwa kelak kamu akan menjemputku di timur. Membawa segenap aku ke dalam seluruhmu.

Malam ini, selebihnya...
Aku memikirkanmu, memikirkanku.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Masih(kah) Menjadi Kejutan

2 comments
Sempat..
Kamu bilang, Kejutan itu Aku

Kejutan,
Karena menemukan renyah dari suara di ujung telepon sana
Karena mampu mengganyang enam puluh menit dikali lima
Pada dialog pertama aku-kamu
Yang harusnya cukup hanya jadi preambule

Kejutan,
Karena sajak yang ku muarakan padamu seketika menerbitkan hening
Karena kidung asmara yang kita nyanyikan, selalu tersudahi
Dengan simpul senyum yang akhirnya memburai jadi tawa tergelak

Kejutan,
Yang dalam beberapa menit setelahnya
Membuat kata-mu mengawan
Karena aku dan sendiriku, perjalananku, juga segala yang hanya aku

Kejutan itu Aku...
Masih ada (kan) ?


"satu jam harusnya lebih  dari 60 menit"
tiba-tiba teringat itu

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Caraku Mencintamu

2 comments
Kali ini...
Dengan cara yang tidak kau mengerti
Yang bagimu belum teramat
Yang masih tertahan, katamu semalam

Dengan cara yang ku punya, sendiri
Dengan takaran yang aku, milikku
Yang mungkin belum disenyawa kecapmu

Dengan cara yang tidak kau mengerti
Yang anggapmu terlalu dini
Yang bagiku caraku
Bukan tentang prematurnya yang sangat

Ya...
Dengan cara itu...
Aku mencintaimu




Ahh..lupakan saja
it's been a month, dear..
I miss you

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Dear Mars...

2 comments
Hai Mars...
Dimana kamu sekarang? Ada yang bilang kamu mungkin tertahan janubi, iyakah? Aku fikir kamu mungkin masih melenguh pada Saturnus, atau Pluto, sebelum kembali pada keharusan yang aku. Lalu kamu akan dicandu kecup, juga porosku, sampai habis masa. 

Mars...
Bisakah kamu cepat  berdiam di jiwaku sini?   Berikan aku rindumu, sodorkan sedikit malammu di sisi  kananku lalu kemudian kusuguhkan semestaku,akan. 

Tertanda
-Venus-


inspired by tweets with  @celotehandri
hanya Venus!

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO