Tulisan Pertama yang Saya Unggah

6 comments
Mungkin ini adalah tulisan non-fiksi pertama yang saya unggah di blog ini.

Beberapa waktu lalu, seorang teman menawarkan kepada saya sebuah pekerjaan baru, di tempat yang baru, dengan pengalaman baru dan orang-orang baru. Sebuah tawaran yang sangat menarik bagi saya. Namun, saya tidak bisa tidak mengakui bahwa saya selalu takut memulai sesuatu yang baru. Saya mulai mempertimbangkan ini-itu, membuat perhitungan, menerka-nerka apa yang akan terjadi setelah saya memilih nanti. Saya terus berpikir, sampai saya menyadari sesuatu.

Mungkin, ketakutan saya disebabkan karena saya terlalu lama berada di zona nyaman saya.

Saya terlalu nyaman berada di tempat kerja saya sekarang. Saya nyaman dengan orang-orangnya, tempatnya, waktu kerjanya, dan banyak hal lain. Saya selalu tahu bahwa saya tidak akan selamanya berada di sini, saya hanya tidak tahu bagaimana dan kapan saya berhenti. Sampai ketika ada sesuatu yang baru datang, saya menjadi ragu, apakah hal baru itu akan lebih baik dari apa yang saya dapatkan sekarang? Bagaimana kalau saya gagal? Saya tidak akan bisa kembali. Bagaimana jika saya menyesal? Saya tidak bisa memutar waktu. Bagaimana jika saya harus mengubah semua kebiasaan yang saya suka? Bagaimana kalau saya harus bekerja lebih keras dan saya tidak mampu? Bagaimana kalau ternyata saya malah membuat banyak orang kecewa? Dan banyak pertanyaan berbeda yang terus muncul di kepala saya.

Lalu, saya menyadari sesuatu yang lain. 

Manusia, bagaimana pun, tidak akan berada terlalu lama ada satu tempat yang sama. Saya tidak akan selamanya tinggal dengan orangtua saya karena saya harus bertumbuh dan belajar tidak bergantung, saya tidak akan selamanya bersekolah di universitas karena saya akan lulus kemudian bekerja, saya tidak akan selamanya terus berpacaran dengan seorang pria karena suatu hari kami akan putus atau menikah, saya tidak akan selamanya memakai ponsel saya yang sekarang karena suatu hari itu akan rusak, dan banyak contoh lain—yang terkadang membuat saya takut, tapi mau tidak mau harus saya lakukan.

Siap atau tidak, saya akan selalu melangkah memasuki fase-fase hidup yang selalu berubah, yang tidak akan pernah sama dengan orang lain. Dan mungkin, ini adalah salah satu fase ketakutan yang harus saya lewati untuk kemudian menghadapi fase lain—yang bisa jadi lebih menakutkan.

Hingga akhirnya saya memutuskan untuk membagi ini di blog saya. Sampai kemarin, saya selalu menolak untuk mengunggah tulisan yang bukan tentang puisi, prosa, atau cerita pendek. Namun, lagi-lagi saya kembali teringat, bahwa saya tidak akan selamanya mampu menulis puisi, bahwa tidak selamanya saya ingin membagi perasaan rindu saya dalam bentuk cerpen, bahwa saya sebenarnya ingin membagi cerita dalam bentuk yang berbeda. 

Saya memang belum memutuskan apakah saya akan menerima tawaran kerja dari teman saya itu. Namun, saya sudah memutuskan satu hal.

Saya akan berhenti menulis di sini.

Mungkin ini adalah tulisan non-fiksi pertama yang saya unggah di blog ini, dan mungkin, ini juga adalah tulisan terakhir yang saya unggah di blog ini. 

Saya tidak akan menutup blog ini. Saya juga masih akan membiarkan semua tulisan saya berada di sini tanpa ada yang saya hapus. Saya tidak akan mengubah apa pun yang ada di dalam blog ini. Kalau saya merindukan tulisan-tulisan saya yang romantis dan—sebut saja—alay, saya akan kembali berkunjung kemari.

Saya hanya akan berpindah tempat, karena saya tahu tidak ada sesuatu yang terus berada di tempat yang sama dalam waktu yang terlalu lama.

Jadi, sampai jumpa di tempat lain! :)


Semanggi, 14 Agustus 2015
Dengan banyak cinta, 

Riesna Kurnia



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO