Ulang Tahun Puisi

15 comments
Matahari, jalan kota, langkah dan pintu untuk diketuk
Secangkir kopi, pena dan berlembar-lembar puisi untuk dibaca
Di mana kau pikir akan kuletakkan mereka
jika hari ini aku tidak terbangun di matamu?

Sepotong ingin dan berbaris-baris doa
Sebatang korek api kayu dan sependar pengharapan
Di mana lagi akan kurebahkan jika bukan pada dadamu?

Angka-angka yang bergerak pada cinta yang berdiam,
untuk hati yang bertumbuh
Di mana lagi bisa kau temukan selain pada Maret yang kukirimkan?
Lewat udara, jari-jari, kecupan juga deretan kata
yang patut  kau aminkan

Selamat ulang tahun, puisiku
Kau tahu bahwa tanpamu kata-kataku tak lagi berirama




kepada kamu, yang tak  henti kujatuhi  rindu
Jakarta, 30 Maret 2013



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Kita Pun Mencetak Sebuah Buku

2 comments
Bertahun lalu kita bertemu
ketika sama-sama sedang belajar menulis
Kau menulis alfabet; Bravo, Delta, India hingga Yankee
Sedangkan aku mengeja angka-angka;
Satu, lima belas hingga tiga puluh dua

Kita belajar menulis kata-kata
Memilah kata untuk dituliskan
Menulis kalimat dari kata-kata
Dua, tiga, empat kalimat hingga menjadi sebuah alinea

Kau belajar menulis selembar jatuh dan berparagraf cinta
Sedangkan aku belajar menyusun kata bernomor rindu

Lalu kita bertemu lagi di lorong perpustakaan berdinding kenangan
Saat itu kau membawa buku berisi huruf-huruf mati
dan aku membawa kalimat-kalimat di ujung pensil yang mulai tumpul
Sejak saat itu, sebuah buku ikut berayun di saku baju

Antologi puisi kita




Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO