Antitesis

Ada kalanya aku ingin berhenti menulis tentangmu.
Tentang kamu yang menggilai Juventus.
Tentang Pro-Evolution yang menjadi jadwal mingguanmu.
Tentang betapa menggelikannya kamu (bagiku) yang dengan mudah tertidur semenit setelah mendengarkan musik metal.
Juga tentang sajak-sajak yang kamu puji indahnya tanpa benar-benar kamu pahami maknanya.

Aku ingin berhenti menulis tentangmu yang menulis tentangku.
Tentang ketidaksukaanmu pada teh seduh.
Tentang kamu yang menyukai senja dan langit sehabis subuh.
Tentang betapa kamu sempat sangat dihantui oleh angka tiga puluh.
Atau tentang kamu yang gemar memukul udara dengan stik drum, berpura-pura menjadikannya gaduh.

Aku ingin berhenti menulis tentangmu. Tapi lihatlah, pada akhirnya tulisan ini tetap tentang kamu. Ahh.., mungkin memang aku belum bisa berhenti.


Banyuwangi,
14 Agustus 2012

Sent from my BlackBerry® via Smart/EVDO Network.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

1 Response to "Antitesis"

  1. Andri Edisi Terbatas Says:

    aw...aw...aw...

    begitupun aku,masih serupa dengan yg itu #apacoba

Post a Comment